banner 728x250

Como panen rekor usai bantai Lens 1-9, ciptakan pesta gol terbanyak di Liga Champions

Avatar photo
banner 120x600

Ringkasan Berita:

  • Como secara mengejutkan membantai wakil Prancis, Lens, dengan skor telak 9-1 di laga tandang Liga Champions, dan ulangi rekor gol terbanyak Liverpool dan Real Madrid.
  • Como juga jadi tim kedua setelah Bayern Munchen yang mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan UCL.
  • Kemenangan ini mencatatkan Como sebagai tim pertama sejak Feyenoord pada tahun 1971 yang sanggup mencetak sembilan gol dalam pertandingan tandang di kompetisi elite Eropa.

berantasnarkoba.com— Panggung Liga Champions 2026/2027 mendadak bergemuruh dan menjadi saksi bisu dari salah satu malam paling surealis dalam sejarah sepak bola modern. Klub asal Italia, Como, secara luar biasa sukses membantai wakil Prancis, Lens, dengan skor telak 9-1 di Stade Bollaert-Delelis pada matchday keempat fase liga, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB.

Kemenangan dengan margin delapan gol ini bukan sekadar tambahan tiga angka biasa yang melambungkan posisi Como ke peringkat empat besar klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin.

Lebih dari itu, pesta gol ini meruntuhkan batasan konvensional tentang apa yang bisa dicapai oleh sebuah tim dengan status kejutan di kasta tertinggi kompetisi Eropa.

Bagaimana sebuah tim mampu mencetak sembilan gol tandang di panggung sekelas Liga Champions?

Berikut adalah anatomi di balik malam bersejarah yang mengguncang Benua Biru tersebut.

1. Ledakan Lini Serang dan Variasi Pencetak Gol

Kunci utama dari pembantaian 9-1 ini terletak pada distribusi ancaman yang merata dan efisiensi mematikan di sepertiga akhir lapangan. Lens dibuat kualahan oleh variasi serangan Como yang mengalir dari berbagai lini.

Anastasios Douvikas tampil sebagai bintang utama melalui torehan hattrick yang memporak-porandakan pertahanan tuan rumah.

Namun, yang membuat performa Como kian menakutkan adalah kontribusi lini kedua dan lini belakang yang ikut mencatatkan nama di papan skor.

Mulai dari Nico Paz, Lucas Da Cunha, Marc-Oliver Kempf, Mattia Liberali, Martin Baturina, hingga Matteo Papaccioli secara bergantian menghukum kelemahan transisi bertahan Lens.

Keberanian para pemain untuk terus menekan meski sudah unggul jauh menunjukkan mentalitas lapar gol yang luar biasa.

Hal itu dapat dilihat dari statistik serangan Como yang melesat 11 tembakan tepat sasaran, berbanding tiga milik Lens.

2. Deretan Rekor Pesta Gol Como

Catatan sembilan gol tandang Como di markas Lens langsung mencatatkan nama mereka ke dalam buku sejarah sepak bola Eropa dengan tinta emas.

Berdasarkan data UEFA, Como masuk dalam catatan buku kemenangan terbesar dalam sejarah Liga Champions

Como menyamai cacatan kemenangan kandang Liverpool dan Real Madrid 8-0 atas Besiktaş dan Malmo, dan menjadi tim kedua setelah Bayern Munchen yang mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan.

Lebih hebatnya lagi, Como mencatatkan diri sebagai tim pertama yang mampu mencetak sembilan gol dalam pertandingan tandang di kompetisi elite Eropa sejak Feyenoord melakukannya ke gawang Olympiakos Nicosia pada September 1971, dikutip dari OptaJoe di X.

Selain itu, tambahan pundi-pundi gol ini membuat Como secara keseluruhan telah mengemas 19 gol dari empat pertandingan Eropa musim ini, menyamai rekor impresif Queens Park Rangers yang tercatat pada tahun 1976.

Bagi publik sepak bola internasional, apa yang ditampilkan Como di kandang Lens mengirimkan sinyal bahaya yang nyata.

Mereka bukan lagi sekadar tim kuda hitam yang berpartisipasi untuk meramaikan suasana, tetapi kekuatan baru yang mampu mengeksploitasi celah sekecil apa pun dari lawan.

Kombinasi antara disiplin taktik, kecepatan transisi menyerang, serta ketajaman klinis di depan gawang membuat lini pertahanan Lens runtuh total setelah kebobolan gol cepat.

Gol hiburan dari Ruben Aguilar di kubu tuan rumah seakan tenggelam di tengah gelombang amukan lini serang Como yang tak terbendung selama 90 menit penuh.

Kemenangan 9-1 di Stade Bollaert-Delelis tidak hanya mengamankan posisi Como di papan atas klasemen fase liga Liga Champions 2026/2027, tetapi juga mengubah cara pandang Eropa terhadap klub tersebut.

Malam di Prancis itu akan dikenang sebagai monumen ketajaman taktik dan keberanian mental.

Pertanyaannya kini, sejauh mana Como mampu mempertahankan momentum historis ini di sisa kompetisi Eropa musim ini?

(berantasnarkoba.com/Ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link